sebuah renungan bagi hati manusia yang bimbang memilih antara dua hati, teguhkan hati karena hati terletak diantara 2 jari Alloh.
*******
"Nikmat Tuhan mana lagi yang akan engkau dustakan".
(1) renungan hati
frame of memory.
Cinta adalah Suatu Pilihan
Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk dicintai,
Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat,
Itulah kesempatan.
Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik,
Itu bukan pilihan, itu kesempatan.
Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan,
Itupun adalah kesempatan.
Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut,
Bahkan dengan segala kekurangannya,
Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan.
Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi,
Itu adalah pilihan.
Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain
Yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu
Dan tetap memilih untuk mencintainya,
Itulah pilihan.
Perasaan cinta, simpatik, tertarik,
Datang bagai kesempatan pada kita.
Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan.
Pilihan yang kita lakukan.
Berbicara tentang pasangan jiwa,
Ada suatu kutipan dari film yang Mungkin sangat tepat:
"Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita
bagaimana membuat semuanya berhasil"
Pasangan jiwa bisa benar-benar ada.
Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang
Yang diciptakan hanya untukmu.
Tetapi tetap berpulang padamu
Untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin
Melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak...
Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita,
Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita,
Adalah pilihan yang harus kita lakukan.
Kita ada di dunia bukan untuk mencari
seseorang yang sempurna untuk dicintai
TETAPI untuk
belajar mencintai orang yang tidak sempurna
dengan cara yang sempurna
Kesimpulannya:
Bukan masalah utk mendpatkan seseorang yg sempurna untuk dicintai,
tapi bagaimana mencintai seseorang dengan cara yg sempurna
Cinta itu sendiri adalah suatu pilihan.
:
"Abdullah Fatah"*******
(2) Gempa di Negeri Kampung Maling
Pasca gempa Yogya. Dusun Kepek, Jetis, Bantul. Hadirlah bukti nyata Indonesia, "Negeri Kampung Maling". Pencuri mengambil kesempatan di tengah duka gempa sekalipun.
Malam hari, gelap-gulita. Tak ada listrik, hanya diterangi cahaya rembulan. Di tengah guyuran lebat hujan. Di tenda posko yang seadanya. Meluncurlah pick up bak terbuka. Berkedok seperti para relawan membawa bantuan. Nyatanya, para relawan gadungan itu tega, teramat tega. Mereka tanpa hati mencuri sembilan motor korban gempa yang sedang diparkir di samping posko bantuan.
"Hanya itu yang tersisa. Kami tak punya apa-apa."
"Rumah tiada, sanak keluarga menjadi korban. Sekarang kecurian."
"Teganya mereka ya Allah."
Di negeri kampung maling, gempa bukan hanya mengetuk para relawan, tetapi juga para manusia yang tak punya perasaan kemanusiaan.
*******
(3) Kejujuran Kain Kafan
Seorang korban datang dari Klaten. Membawa kabar duka ke sekian. Warganya 18 orang menuju sakratul maut. Rumah sakit sudah menyerah. Mereka harus siap-siap dengan prosesi pemakaman ke sekian. Kain kafan tak tersedia di manapun mata memandang. Meski demikian, uang 400 ribu diberikan ke seorang relawan.
Misinya: cari kain kafan.
Entah siapa sang relawan, kami pun tak kenal. Yang jelas dia datang, menyatakan siap bergabung dengan SeKATA. Dari pagi hingga sore, tak ada kabar. Bendahara SeKATA mulai gelisah.
Menjelang Maghrib datanglah sang relawan. Membawa segulung kain kafan. Dengan muka sumringah.
"Saya berputar. Tak ada kafan dimana-mana."
Akhirnya di daerah Jalan Prambanan KM 19 ada Dewa Tekstil, yang sudah bersiap tutup.
"Mbak saya mau beli kain kafan. Untuk 18 orang korban gempa."
"Ambil saja Mas. Gratis." Ada mata sayu, dan senyum sendu seiring suara tulus itu.
"Alhamdulillah..."
Lalu sang relawan, masih dengan senyum, merogoh saku celananya. Dikeluarkannya uang 400 ribu. Diserahkannya kembali ke bendahara SekATA.
"Gratis mbak, ini uangnya tidak jadi terpakai."
Sang bendahara, tersenyum. Masih merasa berdosa, karena sempat berprasangka buruk.
"Terimakasih mas."
"Eh, siapa namamu."
"Aris."
Aku tersenyum. Masih ada harapan. Meski langka, masih ada kejujuran di negeri kampung maling.
Terimakasih Aris.
*******
(4) Tarikh Teladan - Masuk Islamnya Abu Bakar Ash-Shiddiq RA
Abu Bakar RA adalah seorang lelaki merdeka dan hartawan besar yang pertama kali beriman kepada Nabi Muhammad SAW dan seruannya.
Dan Nabi SAW sendiri pernah bersabda :
“ Tidaklah saya mengajak kepada islam melainkan ada padanya maju mundurya, kecuali Abu Bakar “
Maksudnya : NAbi SAW. Ketika mengajak seseornag untuk megikuti Islam, mesti orang itu ada keraguan kecuali Abu Bakar RA.
Beliau ketika mengikut Islam adalah dengan keinsyafan dan keyakinan sendiri, tidak ada rasa bimbang atau ragu sedikitpun.
Diriwayatkan : pada suatu hari sahabat Abu Bakar RA dan Nabi SAW serta para pengikut beliau ( kaum muslimin ) pergi ke masjid.
Setelah mereka duduk bersama di masjid. Abu baker mohon izin kepada Nabi SAW untuk berdiri di tengah masjid dan dan berseru kepada kaum musyrikin Quraiys agar mereka sadar dan mau menerima seruan ALLAH dan Rosul-Nya.
Di kala itu Nabi SAW menjawab : “kita masih sedikit, hai sahabatku
! Kita masih sedikit hai Abu Bakar!”
Berkali-kali beliau mengatakan demikian kepada Abu Bakar RA.
Kemudian Abu Bakar berdiri di tengah-tengah masjid, lantas berpidato dangan suara keras menyeru kepada kaum musyrikin Quraiys supaya mengikuti seruan Alah dan Rosul-Nya, sedangkan Nabi SAW di kala itu tetap duduk bersama-sama dengan kaum Muslimin.
Setelah orang-orang Quraiys mendengar seruan Abu Bakar tersebut, mereka lalu dating mengeroyoknya, mereka terus-menerus memukulinya.
Dan akhirnya Abu Bakar tidak kuat menolak dan menahan pukulan-pukulan mereka sehingga beliau jatuh.
Ketika beliau mencoba untuk melarikan diri, dengan segera beliau ditangkap oleh ‘Utbah bin Rabi’ah seorang pemuka kaum musyrikin Quraiys,
lalu beliau dibanting sehingga jatuh lagi, lalu diinjak-injaknya dengan sandalnya. Tiba tiba pada saat itu datanglah sekelompok orang dari keturunan keluarga Taimy yang masih musyrik juga.
Kedatangan mereka itu sengaja hendak menolong beliau. Dengan segera mereka mencegah kaum musyrikin Quraiys memukuli Abu Bakar. Lantaran itu terlepaslah beliau dari penganiayaan kaum musyrikin Quraiys yang sangat kejam itu. Kemudian beliau dibawa pulang oleh sekelompok orang dari keturunan Taimy tersebut ke rumah Abu Quhafah, ayah beliau.
Setelah itu mereka lalu kembali ke masjid untuk menemui kaum musyrikin yang telah memukuli Abu Bakar, dan di antara mereka ada yang berkata: “ Demi Allah! Jika sekiranya Abu Bakar mati terbunuh olehmu, kamu harus membunuh ‘Utbah sebagai balasan kami kepadamu”.
Kemudian mereka kembali lagi ke rumah Abu Quhafah, untuk menengok keadaan Abu Bakar, adakah beliau sampai tewas atau tidak. Di situ mereka bercakap-cakap dengan ayah dan ibu beliau. Dan keduanya sangat berduka cita, karena melihat Abu Bakar banyak mendapat luka.
Denagn takdir Allah tidak lama kemudian, Abu Bakar sembuh dari luka-luka itu dan beliau sehat kembali.
Selama dalam keadaan sakit itu, beliau selalu menanyakan keadaan diri Nabi SAW. Maka setelah dia sehat kembali, segeralah ia bersama-sama dengan ibunya pergi ke rumah Nabi SAW karena khawatir kalau-kalau diri Nabi SAW juga dianiaya sebagaimana dia sendiri.
Demikianlah cinta kasih Abu BakarRA kepada Nabi SAW. Dan ketika Abu Bakar sampai di rumah Nabi SAW maka dipeluklah ia oleh Nabi SAW. Dan pada waktu itu juga ibunya Abu Bakar menyatakan beriman dan mengikut seruan NAbi SAW dengan ikhlas.
.
*******
Masihkah Anda hanya bisa berpangku tangan dan membaca post ini tanpa terpanggil untuk mulai menegakkan kebenaran dien Islam yang diperjuangankan Rosululloh beserta Sahabatnya???